sastra

Minggu, 23 Juni 2013

Kurikulum



Bentuk Kurikulum
Secara umum pengertian kurikulum adalah alat yang yang berisikan tujuan, isi, proses dan hasil, yang dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan proses pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan pendidikan tertentu. Dari pengertian diatas dapat diambil kesimpulan jika bagimanapun bentuk kurikulumnya haruslah sesuai dengan tujuan awal pendidikannya. Namun bagaimanapun juga bentuk kurikulumnya maka tidak akan banyak berguna jika digunakan pada zaman yang salah.
Mengapa diakatakan zaman yang salah, hal ini berkaitan dengan kehidupan manusia yang kian lama kian maju dan semakin canggih. Oleh karenanya akan tidak relevan menggunakan kurikulum tradisional ditengah zaman modern seperti sekarang ini. Tak berarti juga kurikulum harus berpatok pada tekhnologi mengingat masih banyak daerah-daerah yang perkembangan tekhnologinya masih tertinggal. Dengan kata lain penggunaannya masih harus disesuaikan dengan lingkungan sekitar peserta didik dan tempat pelaksanaan proses belajar mengajar. Namun harus tetap mampu menyiapkan peserta didik yang berguna dimasa yang akan datang.
Model konsep kurikulum yang sangat erat dengan aliran pendidikan ini telah banyak dikembangkan oleh para ahli. Diantaranya ada 4 model konsep kurikulum yang sering dipelajari dan sering digunakan. Empat model konsep kurikulum itu adalah kurikulum subjek akademis, kurikulum humanistik, kurikulum rekonstruksi sosial, dan kurikulum teknologis.
Berikut sedikit penjelasan singkat tentang 4 model konsep kurikulum di atas:
Kurikulum Subjek Akademis
Kurikulum subjek akademis ini merupakan kurikulum yang mengutamakan isi (subject matter). Kurikulum ini berisikan kumpulan bahan ajar dan rencana pembelajaran. Target utama dari kurikulum ini adalah penguasaan materi yang sebanyak-banyaknya.
lihat penjelasan lebih lanjut tentang kurikulum ini di =>> Kurikulum subjek akademis (cooming soon)
Kurikulum Humanistik
Kurikulum humanistik merupakan kurikulum yang mengutamakan proses belajar mengajar. Kurikulum dikembangkan berdasarkan kebutuhan peserta didik. Peran guru sangat besar dalam memberikan suasana belajar yang nyaman kepada peserta didiknya. Target utama dari kurikulum ini adalah mengembangkan peserta didik menjadi pribadi yang mandiri.
lihat penjelasan lebih lanjut tentang kurikulum ini di =>> Kurikulum Humanistik (cooming soon)
Kurikulum Rekonstruksi Sosial
Kurikulum rekonstruksi sosial merupakan kurikulum yang bertujuan mempersiapkan peserta didik agar dapat menghadapi tantangan dalam dunia kerja. Kurikulum ini menuntut sekolah untuk dapat mengembangkan kehidupan sosial siswa dan bagaimana siswa dapat bergabung atau berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.
lihat penjelasan lebih lanjut tentang kurikulum ini di =>> Kurikulum rekonstruksi sosial (cooming soon)
Kurikulum Tekhnologis
Kurikulum tekhnologis ini merupakan kurikulum yang menggabungkan antara ilmu pengetahuan dengan tekhnologi (dalam artian positif). Dengan maksud agar proses pembelajaran disekolah dapat lebih efektif dan efisien dengan dukungan tekhnologi.
lihat penjelasan lebih lanjut tentang kurikulum ini di =>> Kurikulum Tekhnologis (cooming soon).

Bentuk-Bentuk Kurikulum
1.      Subject Matter/Subject Centered Curriculum
      Yaitu kurikulum yang terdiri atas mata pelajaran yang terpisah-pisah. Materi yang di pelajari oleh siswa telah disusun secara logis oleh para ahli bidang studi.
Keuntungan:
1). Mata pelajaran terdiri atas pengetahuan yang telah disusun secara logis dan sitematis.
2). Mata pelajaran dianggap sebagai alat yang sesuai untuk mengembangkan intelektual seseorang.
3). Sejalan dengan konsep-konsep yang telah ditata sesuai dengan proses pendidikan
4). Sebagai pewarisan pengetahuan yang telah berabad-abad dikembangkan sehingga kita menghargai pendahulu kita.
5). Penyusunannya mudah dilakukan
Kelemahan:
1). Belum tentu sesuai dengan latar belakang anak, sehingga anak-anak sering menghafal tanpa pengertian.
2). Terlalu mementingkan perkembangan intelektual, mengabaikan perkembangan sosial, emosional dan pendidikan watak.
3). Karena mata pelajaran terpisah-pisah, kurang memberikan bekal pemecahan masalah kehidupan secara integratif.
4). Kurang memperhatikan fungsionalnya dalam kehidupan, sehingga anak-anak kurang terlatih untuk menghadapi masalah kehidupan yang sebenarnya.

1.      Broad Field/Fused/Correlated Curriculum
Yaitu kurikulum yang disusun dengan mengkorelasiakn atau menggabungkan sejumlah mata pelajaran sejenis. Contohnya: IPS, IPA, Matematika, bahasa Indonesia, dan Kesenian.
Keuntungan:
1). Dimungkinkan adanya pemberian pengertian yang lebih kaya dengan adanya kaitan antar matapelajaran.
2). Lebih menarik bagi anak.
3). Anak mulai dapat memanfaatkan kesatuan matapelajaran untuk meninjau berbagai persoalan hidup.
Kelemahan:
1). Kurang memberikan disiplin tinjauan spesialisasi matapelajaran.
2). Kurang memberikan pengetahuan mendalam pada masing-masing matapelajaran.
3). Sering terlampau abstrak, karena hanya memberikan prinsip-prinsip dasar dan tema-tema tertentu.

1.      Integrated Curriculum
Yaitu kurikulum yang diorganisasikan dalam bentuk unit-unit tanpa harus ada matapelajaranatau bidang studi. Pembelajaran dilaksanakan dengan “unit teaching” dan materinya menggunakan “unit lesson”. Pelajaran disusun guru dan murid, mengnadung suatu masalah yang luas, menggunakan metode “problem solving”, sesuai dengan minat dan perkembangan anak.
Keuntungan:
1). Didasarkan atas pengalaman dan minat anak.
2). Menggunakan beragam kegiatan untuk memecahkan masalah
3). Guru dan murid bersama-sama merencanakan.
4). Integrasi semua matapelajaran
5). Memberikan pengalaman langsung kepada anak.
6). Pelajaran sesuai dengan kehidupan anak
7). Memperhatikan perbedaan individual anak
8). Mengembangkan ketrampilan-ketraampilan fungsional
9). Menggunakan lingkungan sebagai sumber pelajaran
10). Banyak memberikan ketrampilan sosial
11). Menggunakan psikologi Gestalt dalam pembelajaran.
Kelemahan:
1). Kurang mempersiapkan anak mengikuti ujian tradisional selama ini
2). Memerlukan fasilitas pembelajaran yang belum dimiliki oleh sekolah
3). Tidak memberikan pengetahuan yang logis dan sistematis
4). Memberatkan tugas guru
5). Lebih mengutamakan proses daripada materi
6). Manajemen pembelajarannya sangat sulit.

d. Core Curriculum
Yang kurikulum inti ysng diberikan kepada semua murid untuk mencapai keseluruhan program kurikulum secara utuh. Contoh di Indonesioa adalah: Agama dan PPKN.

A.    Kurikulum Inti
kurikulum merupakan pedoman mendasar dalam proses belajar mengajar di dunia pendidikan.dan juga sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan Berhasil tidaknya suatu pendidikan, tentu akan sangat tergantung pada kurikulum. Di Indonesia tujuan kurikulum tertera pada undang-undang sIstem pendidikan nasional tahun 1989 bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan belajar mengajar .
Adapun kurikulum terdiri atas berbagai komponen yang satu dengan yang lain saling terkait adalah merupakan satu sistem, ini berarti bahwa setiap komponen yang saling terkait tersebut hanya mempunyai satu tujuan yaitu tujuan pendidikan yang juga tujuan kurikulum. Kurikulum yang disusun dipusat terdiri dari beberapa mata pelajaran pokok dengan harapan agar peserta didik diseluruh Indonesia mempunyai standar kecakapan yang sama. Kurikulum tersebut dinamai kurikulum nasional atau kurikulum inti. Dan kurikulum yang lain yang disusun di daerah – daerah disebut kurikulum muatan local, Untuk itu, pada kesempatan kali ini, kita akan mencoba membahas salah satu dari kedua kurikulum tersebut yaitu kurikulum inti (core curriculum).yang mana dilihat dari aspek pengertian, dasar pelaksanaan kurikulum inti, komponen-komponen dalam kurikulum inti, dan asas-asas dalam penyusunan kurikulum intiA.Pengertian Kurikulum Inti (core curriculum)
Menurut Caswell, seperti dikutip dalam Nasution (1993: 115), define kurikulum inti adalah sebagai berikut : "A continous, careful planned series of experience which are based on significant personal and social problems and which involve learning of common concern to all youth"
Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa cirri-ciri kurikulum inti adalah :
a. Kurikulum inti merupakan rangkaian pengalaman yang saling berkaitan;
b. Direncanakan secara terus menerus sebelum dan selama dijalankan;
c. Berdasarkan pada masalah-masalah yang dihadapi;
d. Berdasarkan pribadi dan social;
e. Diperuntukan bagi semua siswa, karenanya termasuk pendidikan umum.
Kurikulum inti disebut juga sebagai kurikulum nasional, karena kurikulum inti disusun dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu menciptakan para lulusan menjadi manusia Indonesia seutuhnya (UUSPN No. 2 Tahun 1989, pasal 4) yang tentunya selalu memperhatikan pada kebutuhan siswa dan kesesuaiannya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditempuh.

B.     Dasar Pelaksanaan Kurikulum Inti/Nasional
Didalam pelaksanaan kurikulum terdapat banyak factor yang harus dipertimbangkan untuk mencapai tujuan dari kurikulum tersebut adapun didalam penyusunanya kurikulum mempunyai landasan yang terdiri dari Landasan Ideal , Landasan Hukum, Landasan Teori .
a. Landasan Ideal berupa UUD 1945, pancasila dan Tap MPR tentang GBHN dalam rangka mewujudkan tujuan pembangunan nasional dan tujuan pendidikan nasional.
b. Ladasan Hukum berupa peraturan pemerintah republik Indonesia nomer 29 tahun 1990, tentang pendidikan menengah, keputusan mendikbud nomor 060/U/1993 tentang kurikulum sebagaimana tercantum dalam landasan, program pengembangan kurikulum.
c. Landasan Teori berupa buku landasan program dan pengembangan kurikulum yang memuat tentang pedoman dalam pengembangan kurikulum dan buku pelaksanaan kurikulum terdiri atas pedoman kegiatan belajar mengajar untuk setiap mata pelajaran.

C.    Komponen -Komponen Dalam Kurikulum Inti
Kurikulum inti atau nasional didalam penyusunannya juga harus sesuai dengan tingkatan pendidikan masing – masing. Seperti kurikulum nasional pada pendidikan dasar terdiri dari
a.Pendidikan pancasila
b.Pendidikan agama
c.Pendidikan kewarganegaraan
d.Bahasa Indonesia
e.Membaca dan menulis
f.Matematika
g.Kerajinan tangan dan kesenian
h.Menggambar
i.Pendidikan jasmani

Komponen – komponen sebagai dasar dalam penyusunan kurikulum inti terdiri dari tujuan, isi, metode (tehnik menyampaikan dalam proses belajar mengajar), evaluasi program.
Menurut Tyler, kurikulum menyangkut hal-hal berikut
a.Tujuan yang akan dicapai
b.Isi materi pa yang harus diprogramkan untuk mencapai tujuan tersebut
c.Bagaimana isi kurikulum itu diorganisasikan
d.Bagaimana mengetahui bahwa tujuan yang akan dicapai dimiliki peserta didik

D. Asas-Asas Penyusunan Kurikulum Inti
Kurikulum juga memilki asas-asas yang terdiri dari asas filosofis, asas psikologis, asas sosiologi, asas organisatoris,
a.       Asas filosofis
Tujuan pendidikan tidak terlepas dengan unsur filosofis seperti mendidik anak untuk menjadi manusia yang baik didalam masyarakat. Kata baik ini pada hakikatnya ditentukan oleh nilai, cita-cita atau filsafat yang dianut guru, orang tua ,masyarakat, Negara dan dunia maka filsafat menentukan tujuan yang dicapai dengan alat yang disebut kurikulum.
b.      Asas psikologi
Asas ini terdiri dari dua:
a)      Psikologi Belajar
Bahwa setiap anak dapat didik untuk menguasai pelajaran, ,menerima norma-norma dan dapat mempelajari bermacam keterampilan
b)      Psikologi Anak
Memberikan kesempatan belajar kepada anak, agar dapat mengembangkan bakatnya. Karena sudah sewajarnya jika anak sendiri yang menjadi factor dalam pembinaan kurikulum yang tak dapat diabaikan.
c.       Asas sosiologi ( masyarakat)
Anak itu tidak hidup seorang diri, namun senantiasa hidup didalam suatu masyarakat. Disitu ia harus memenuhi tugas sebagai anak maupun sebagai orang dewasa dengan penuh tanggung jawab. Ia anak menerima jasa dari masyarakat, dan dan ia juga harus menyumbang baktinya kepada masyarakat. Karena naka harushidup dalam masyarakat, masyarakat pun harus dijadikan sebagai factor yang harus dipertimbangkan dalam pembinaan kurikulum.
d.      Asas organisatoris
Asas ini membahas tentang bentuk penyajian bahan pelajaran, seperti tidak mengadakan batas-batas diantara berbagai mata pelajaran. Sesuai dengan keberadaannya, kurikulum inti / nasional ini diaplikasikan pada semua jenis menurut jenjangnya, misalnya di SD, MI, SMP, SMA/MA(SMU), STM, SMEA, dan lain-lain sejak dari sabang sampai marauke sekolah dikota maupun didesa itu sama bentuknya yang bertujuan untun mencapai tujuan pendidika nasional Indonesia.

Kesimpulan
Bahwa kurikulum inti bukanlah kurikulum satu-satunya yang ada disekolah masih banyak kurikulum yang lain, akan tetapi kurikulun inti/nasioanal merupakan alat untuk mancapai tujuan yang ingin dicapai didalam pendidikan nasional dan kurikulum inti memiliki landasan berupa Landasan Ideal, Landasan Hukum, dan Landasan Teori. komponen – komponen dalam kurikulum inti juga terdiri dari Tujuan, Isi, Metode, dan Evaluasi Program. begitu juga Asas-Asas yang digunakan untuk melaksanakan kurikulum tersebut terdiri dari Asas Filosofis, Asas Psikiologis, Asas Sosiologis dan Asas Organisatoris.
B. Kurikulum Terpisah
kurikulum yg menitikberatkan kepada sejumlah mata pelajaran yg terpisah-pisah.


 



Kurkulum Terpisah
o   kurikulum yg menitikberatkan kepada sejumlah mata pelajaran yg terpisah-pisah.

Sumber:

http://deskripsi.com/k/kurikulum-terpisah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar