sastra

Kamis, 08 Maret 2012

Bias rindu


Rebah bulan redup ia bersinar
Tatkala melayang menulusiri sang malam
Dalam sajak dan sajak pena ini terus bergoyang
Menuliskan sejuta kata cinta yang tidak bisa ku pendam
Dan aku Tanya lagi pada sang rembulan
“Apakah kau mau bersinar lagi seperti cinta ku yang terang ini?”

                                                            Rahmatsyah (abu)                  
                                                            Tungkop, 9 maret 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar