sastra

Kamis, 24 November 2011

Aku bingung

Aku terus berlari dalam kegelapan
Mencari setitik cahaya di ujung ruang
Bahkan, aku terbang
Meski, kegalauan terus saja berdendang

Aku tertidur dalam buaian
Mimpi dalam mimpi
Tidur dan terjaga

Bingung!

Apa?
Siapa?
Dimana?

Aku tak tahu
Masih mencari sesuatu yang telah hilang
Hati ku diam tiada bergumam
Perasaan ku mati diantara ribu kalam

Mata telah terpejam
Tiada lagi suatu yang terdengar
Dan, aku bertambah bimbang

Aku bingung.

                                                                        17-11-2011

Selasa, 15 November 2011

karena aku masih ragu


Kata demi kata ku rangkai untuk mu
Kau yang aku cinta
Kau yang aku sayang
Aku hanya berharap cinta
Aku ingin kasih sayang
Aku mau kau hanya milikku
Bukan milik yang lain
Mungkin kau belum tahu betapa aku sangat cinta
Disaat malam datang
Kau selalu hadir dalam mimpi-mimpi indah ku
Dikala fajar menyapa ku kirim pesan singkat bahwa disini aku ada untuk mu
Sang siang tahu
Aku selalu berteduh di teriknya mentari
Menunggu disetiap sudut ruang
Senja hanya berdiam tak mau bersua
Karena hanya hati yang bisa berkata bahwa aku sedang ingin cinta
Sketsa cinta mulai aku tulis dalam diari
Semua kenangan yang akan kita buat akan selalu aku simpan dalam memori
Tentang  aku
Tentang kau
Dan tentang cinta kita
Aku tahu ku tak seperti yang kau inginkan
Karena inilah aku
Dan kau  harus tahu   tiada  bisa ku membagi  cinta ini
Tak tahu lagi apa yang akan ku rangkai untuk mu
Kalam  terlalu kelu untuk berucap
Hati kini hanya bisa diam dan kau tak tahu apa yang aku rasa
Yang pasti “aku cinta kamu”
Walau, kau bukan cinta perrtama ku
Namun, aku berharap kau adalah yang terakhir dalam hidupku
“I love you”
Satu hati untuk satu cinta
Sayang, yakinkan aku  bahwa kau  adalah cinta  ku
Karena aku masih ragu


                                                                        Rahmatsyah
Banda Aceh, 14 November 2011

Selasa, 25 Oktober 2011

Ibu Aku Ingin Pulang

Ibu, aku ingin pulang
Ibu, aku tak ingin hidup yang seperti ini
Ibu, aku sedih
Aku kecewa
Aku marah
Aku ingin pulang

Ibu, aku ingin pulang, sekarang
Mereka membenci ku
Mereka marah pada ku
Aku tidak ingin itu terjadi
Sampai kapan pun

Ibu, maaf
Ibu maaf bila aku belum membahagiakan mu

Tapi, aku tak sanggup lagi
Aku seakan tak sanggup berdiri dalam kelemahan
Tanpa kasih sayang dan cinta

Aku sendiri tanpa rasa
Hanya sejuta impian yang terpendam dalam diri ini

Ibu, bolehkah aku pulang?

                                                                        Banda Aceh, 23 oktober 2011
                                                                        Rahmatsyah, mahasiswa FKIP PBSI USK
                                                                        Anggota DPM FKIP USK

Tentang hati

Kenapa mereka?
Kenapa mereka tersenyum saat hati ini luka
Kenapa mereka pergi dikala aku terjaga

Salahkah aku?
Mereka pergi begitu saja
Aku diam, mereka tertawa
Aku bersua, mereka menghilangkan semua kata

Inikah pahit setelah manis?
Kini, aku tahu
Aku sekarang sadar mereka hanya mimpi ku
Mimpi yang tak pernah terjadi

Inikah hati yang mati?
Ingin rasanya ku bunuh mereka
Hingga mereka tahu aku sakit

Memang, aku diam
Namun, hati ku kini mati
Hilang sudah semua makna dari kata yang dulu terukir

Bagaikan hidup antara mati

Aku muak
Aku benci
Dan aku ingin membunuh mereka
Yang telah membunuh hati ku

Aku hanya ingin satu kejujuran, walau
Disana tersimpan sejuta kebohongan
Dan aku akan diam untuk selamanya



Rahmatsyah, mahasiswa FKIP PBSI USK 2010
Anggota DPM FKIP USK

Jumat, 14 Oktober 2011

Inilah Negeri,

Ketika senja tenggelam
Saat malam datang
Dikala mata ingin terpejam
Sajak ini lahir diatara mimpi
Dari kumpulan mimpi yang telah hilang

Inilah negeri,
Sebuah negeri indah, hijau ditegah padang

Rumput berubah aspal
Pohon menjadi gedung yang menjulang

Banyak air, tapi
Banjir
Air surut,
Kemarau

Berjalan lebih jauh semakin hijau
Sangat indah di padang lalang
Diantara kicauan
Bersama mereka pecinta keindahan
Namun, telah hilang

Inilah negeri,
Inilah perubahan
Lihatlah anak dan cucu ku
Apa yang akan aku dan mereka tinggalkan untuk mu

Inilah negeri,
Negeri yang mungkin telah berubah
Hijau akan gersang
Gunung segera merata
Dan sungai-sungai akan bersih
Inilah persembahan dari negeri
Yang menyimpan sejuta alam
Yang akan berubah…

Matangkuli, 11 Oktober 2011
Rahmatsyah, mahasiswa FKIP PBSI 2010 dan penggiat Rampagoe Gemasastrin

Jumat, 30 September 2011

Maaf, aku pernah cinta kamu


Syair ini terlahir dikala sakit telah terasa
Kadang aku berpikir apakah ini hari terakhirku
Sayup-sayu mulai terasa
Lemah tak berdaya hanya berdiam, pasrah

Tuhan, kemana mereka sudah?
Tuhan, kenapa mereka hilang?
Tuhan, cinta mereka pun telah tiada
Tuhan, apakah aku akan menutup mata?

Berharap aku bisa melihatnya
Dengan sebuah keceriaan
Tiada masa suram yang kelam
Karena kini aku telah gelap
Lenyap hanya meninggalkan sejuta kenangan
Senyuman,kecerian, amarah atau kebencian
Tuhan, ampuni aku
Ampuni dia yang pernah ada dalam hati yang suram nan kelam
Maaf, jika aku pernah berharap kau menjadi milikku yang terakhir
Karena aku saying kau
Dan kini aku ingin mendengar katakana “aku benci kamu”



                                                                                    Rahmatsyah. 30 September 2011