sastra

Kamis, 19 Januari 2012

Tertulis Dalam Mimpi


Ketika waktu tak lagi bersua
Ketika saat telah berganti
Ketika semua pergi
Itu tertulis dalam mimpi
Tentang cinta dan rasa
Bagai berjalan diatas bayang
Tak sampai teraba
Walau, terlihat jelas
Hitam itu
Bila mampu kala itu terulang
Tak aka nada mimpi itu
Tak mungkin kisah ini tertulis dalam mimpi
Begitu sakit
Begitu perih
Dan tak mau semua terulang lagi
Tak ingin kisah mimpi
Karena ini telah nyata
Sayang, waktu telah terhenti
Mata terbuka atau terpejam
Semua tak akan nyata lagi
Karena telah tertulis dalam mimpi

(Abu) Rahmatsyah. Banda Aceh
4 Januari 2012

Sampai ujung malam


Semenjak ku memulai rasa
Pada awal hari
Ku bangkitkan asa
Hingga penghujung malam

Nikmatnya bermain perahu layar
Diatas lautan bersama ombak
Ku lihat buih-buih kental
Disisi pantai itu

Betapa indah hutan itu, sayang
Saat terlihat diatas perahu layar
Dan ku akan sampai disana
Menyalami kesejukan dan air-air, bersamamu

Sayang, mari kita bersenang-senang sejenak
Melepas penat yang selama ini dipendam
Meluapkan emosi yang selalu tersimpan
Di hutan ini kan terkisahkan, sayang
Semua rasa dan curahan

Sayang, kau tak akan lagi mendengar
Deruh dihutan itu, kelak
Karena disana hanya ada kita dan suara damai
Dari tengah laut ini dan berlabuh kembali

Sayang, kini telah tiba
Penghujung malam
Tidurlah
Esok, kita akan kemabli bermain
Disana selamanya…

Darussalam, 31 Desember 2011
Rahmatsyah (abu)

Mahkota


Mahkota itu adalah harga mu
Mahkota itu adalah keindahan mu
Mahkota itu adalah yang harus kau jaga
Dan jangan kau beri mahkota itu sebelu waktunya

Kau tahu betapa berharganya mahkota itu
Kau tahu hanya itu keindahan sesungguhnya

Kau adalah bunga
Yang selalu memberi warna
Akan masa depan kelak

Mahkota itu adalah indah mu
Selamanya, dan bila
Kau tak punya lagi itu

Kau hanya bunga layu..

                                                                                                Rahmatsyah, Maret 2010

Ku Ingin


Ku ingin pergi selamanya
Bersama malam
Bersama gelap
Mencari damai baru

Aku yang berteman galau
Aku yang bersahabat duka
Aku yang selalu bersama kalam yang kelu

Aku ingin pergi selamanya
Aku ingin tidur dan tak terbangun kembali

Tak berharap melihat fajar dan senja

Kau pergi begitu saja
Kau tak pernah pamit
Aku tahu
Bahwa ini takdir

Tapi, mengapa begitu cepat?
Kau tahu, aku hanya ingin melihat mu sekali lagi
Walau, itu hanya dalam mimpi

Ku ingin pergi selamanya bersama mu..

(untuk alm. Syahrizal)
Tungkop, 25 Desember 2011
Abu rahmat (Rahmatsyah)

Ingin ku tulis namun, aku tak tahu


Ingin ku tulis namun,
Aku tak tahu
Ingin ku jabat namun,
Tangan tak sampai
Ingin ku berjalan namun,
Tak sanggup kaki ini melangkah
Dan akhir ini
Ingin aku bersua namun,
Kalam terlalu kelu

Aku terjatuh dalam asa
Aku lemah tak berdaya
Ku ingin asa ku
Dan senyum lama itu

Gundah, gelisah dan tak jelas
Karena tak tahu merasa

Mata pun telah tertutup
Putih membalut
Gelap dan sempit menunggu

Ingin ku tulis, namun aku tak tahu

(Abu) Rahmatsyah. Banda Aceh
4 Januari 2012. Mahasiswa PBSI